Jumat, 18 Maret 2022

Self-Regulated Learning sebagai Strategi yang Efektif dalam Meningkatkan Kemampuan Belajar Siswa


Salah satu indikator keberhasilan dari suatu proses belajar mengajar dapat diukur melalui prestasi akademik yang diperoleh. Secara umum terdapat dua faktor yang dapat mempengaruhi prestasi akademik, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal biasanya meliputi lingkungan belajar siswa sedangkan faktor internal meliputi keadaan fisik atau kemampuan siswa.

Kemampuan yang dimiliki oleh siswa berbanding lurus dengan prestasi akademik yang diperoleh sehingga semakin tinggi kemampuan siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar maka semakin besar prestasi akademik yang akan dicapainya. Dalam meningkatkan efektivitas kegiatan belajar mengajar siswa perlu memiliki kemampuan pengaturan diri (self-regulated learning). Self-regulated learning merupakan proses proaktif yang digunakan siswa untuk memperoleh keterampilan akademis, seperti menetapkan tujuan, strategi memilah dan menggerakkan, dan efektivitas self-monitoring seseorang, bukan sebagai proses reaktif yang terjadi pada siswa karena kekuatan impersonal. Self-regulated learning berperan penting dalam pembelajaran karena membantu mengarahkan siswa pada kemandirian belajar, yakni mengatur jadwal belajar, menetapkan target belajar dan mencari informasi yang dibutuhkan secara mandiri. Hal ini selaras dengan Zimmerman (2008) yang menyatakan bahwa Siswa dengan self-regulated learning mampu mengatur waktu belajar mereka sendiri, mencari informasi tentang pengetahuan dan materi pembelajaran dari berbagai sumber, seperti memanfaatkan teknologi yang ada, dan apabila mereka tidak menemukan apa yang mereka cari, guru di sekolah atau guru les dapat menjadi rujukan mereka.

Gagne (1985) menyatakan bahwa unsur‐unsur yang mempengaruhi proses pembelajaran agar menjadi efektif adalah strategi dalam menentukan tujuan belajar, mengetahui kapan strategi yang digunakan dan memonitor keefektifan strategi belajar tersebut. Dalam proses pembelajaran baik di tingkat dasar, menengah, maupun lanjutan, regulasi diri dalam belajar (self-regulated learning) merupakan sebuah pendekatan yang penting.

Penerapan self-regulated learning oleh siswa, baik dalam sistuasi pembelajaran di sekolah maupun suasana belajar di rumah, akan memberikan dampak pada hasil prestasi akademik siswa. Self-regulated learners memiliki motivasi yang lebih besar dalam belajar, sehingga mereka memandang masa depan secara lebih optimis dan mampu mencapai prestasi akademik yang baik. Siswa yang berprestasi tinggi memonitor pembelajaran mereka secara lebih sistematis dan mandiri, serta mengevaluasi kemajuan mereka secara lebih baik dibandingkan dengan siswa yang berprestasi rendah (Santrock, 2007).

 

 

Ungkapan


malam yang selalu menjadi saksi untuk apapun yang sedang mereka lalukan, terkhusus aku; yang sedang digerogoti oleh pikiran yang bahkan aku tidak-tahu-menyebutnya sebagai apa.

tidak begitu penting bahasan soal penyebutannya, menitikberatkan komposisi didalamnya adalah tujuan sang penulis, agar pesan yang disampaikan dapat dimaknai dengan semestinya.

sungguh malam ini begitu menusuk,
ada kalanya bahwa tidur menjadi ketakutan terbesarku, menjadi ketakutan bahwa ini adalah kali terakhir sadarku, ketakutan akan kian telah terlelap dan hanyut kemudian tidak dapat dibangunkan lagi, ketakutan bahkan untuk satu kata pun belum sempat terucap, ketakutan bagaimana caranya nafas ini akan berakhir.

pikiran yang mungkin tidak semestinya ada, namun beginilah adanya.

isi kepala yang mungkin dianggap sedang liar tak dapat dikontrol lagi.