Salah satu indikator keberhasilan dari suatu proses belajar mengajar dapat diukur melalui prestasi akademik yang diperoleh. Secara umum terdapat dua faktor yang dapat mempengaruhi prestasi akademik, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal biasanya meliputi lingkungan belajar siswa sedangkan faktor internal meliputi keadaan fisik atau kemampuan siswa.
Kemampuan yang dimiliki oleh siswa berbanding lurus
dengan prestasi akademik yang diperoleh sehingga semakin tinggi kemampuan siswa
dalam proses kegiatan belajar mengajar maka semakin besar prestasi akademik
yang akan dicapainya. Dalam meningkatkan efektivitas kegiatan belajar mengajar siswa
perlu memiliki kemampuan pengaturan diri (self-regulated
learning). Self-regulated learning
merupakan proses proaktif yang digunakan siswa untuk memperoleh keterampilan
akademis, seperti menetapkan tujuan, strategi memilah dan menggerakkan, dan efektivitas
self-monitoring seseorang, bukan
sebagai proses reaktif yang terjadi pada siswa karena kekuatan impersonal. Self-regulated learning berperan penting
dalam pembelajaran karena membantu mengarahkan siswa pada kemandirian belajar,
yakni mengatur jadwal belajar, menetapkan target belajar dan mencari informasi
yang dibutuhkan secara mandiri. Hal ini selaras dengan Zimmerman (2008) yang
menyatakan bahwa Siswa dengan self-regulated
learning mampu mengatur waktu belajar mereka sendiri, mencari informasi
tentang pengetahuan dan materi pembelajaran dari berbagai sumber, seperti
memanfaatkan teknologi yang ada, dan apabila mereka tidak menemukan apa yang
mereka cari, guru di sekolah atau guru les dapat menjadi rujukan mereka.
Gagne (1985) menyatakan bahwa unsur‐unsur yang
mempengaruhi proses pembelajaran agar menjadi efektif adalah strategi dalam
menentukan tujuan belajar, mengetahui kapan strategi yang digunakan dan
memonitor keefektifan strategi belajar tersebut. Dalam proses pembelajaran baik
di tingkat dasar, menengah, maupun lanjutan, regulasi diri dalam belajar (self-regulated learning) merupakan
sebuah pendekatan yang penting.
Penerapan self-regulated
learning oleh siswa, baik dalam sistuasi pembelajaran di sekolah maupun
suasana belajar di rumah, akan memberikan dampak pada hasil prestasi akademik
siswa. Self-regulated learners
memiliki motivasi yang lebih besar dalam belajar, sehingga mereka memandang
masa depan secara lebih optimis dan mampu mencapai prestasi akademik yang baik.
Siswa yang berprestasi tinggi memonitor pembelajaran mereka secara lebih
sistematis dan mandiri, serta mengevaluasi kemajuan mereka secara lebih baik
dibandingkan dengan siswa yang berprestasi rendah (Santrock, 2007).
