Suatu malam, dia terbangun
Dia teringat satu sosok yang mengecup keningnya awal tadi
Dia teringat akan pelukan hangat yang menyelimutinya kala ia terlelap
Dia...
Dia mencoba menahan berat di pelupuk matanya saat tik-tok jam menyuarakan bahwa malam hampir usai
Dia tak peduli
Dia tak ubahnya seorang keras kepala yang selalu bersikeras dengan pikirnya
Namun dibalik itu tersingkap maksud yang terkamuflase dengan baik
Dia hanya ingin bersama wanita itu
Benar...
Dia sedang jatuh hati pada seorang hawa
Dia hanyalah seorang lelaki yang begitu menyayangi wanitanya malam itu
Dia menulis bait-bait sajak yang tak pernah sepatah pun ia ungkapkan
Dia menulis kayu, ranting, dan pohon
Dia menuliskan hujan
Dia menulis bulan dan bintang
Dia...
adalah Aku.
Ditulis oleh Kautsar
Sunday, 8th of January 2017
beautiful poem :')
BalasHapus