Selasa, 06 Agustus 2019

Borneo Tak Ingin Asap Lagi

Pulau Kalimantan merupakan salah satu pulau terbesar yang ada di Indonesia. Pulau ini juga dikenal dengan sebutan Borneo, terkenal akan kehijauan yang memiliki banyak hutan yang masih belum terjamah oleh manusia. Kekayaan alam beserta hutan-hutan yang berada di pulau ini menjadi salah satu aset besar bangsa Indonesia, tentunya juga menjadi suatu ciri khas Pulau Kalimantan yaitu sebagai tempat paru-paru dunia. Pun dalam penyebutan itu memiliki makna yang sangat mendalam, semisal ketika dunia kehilangan paru-parunya akan timbul pertanyaan apakah akan tetap ada kesejahteraan dan kemakmuran untuk makhluk-makhluk yang berada di muka bumi ini dalam berkehidupan?
Maraknya kebakaran hutan yang terus terjadi dalam waktu dekat ini menjadi hal yang memang tak pernah di inginkan oleh masyarakat luas di Pulau Borneo, bahkan diberbagai belahan manapun. Sedarinya kota Palangka Raya yang kehilangan sinar surya karena tertutupi kabut asap. Juga semakin bertambahnya pendatang rumah sakit sebab terkenai dampak oleh segumpalan asap yang menyelimuti penuh wilayah ini. Oknum-oknum tak bertanggung jawab atas itu berlaku sesuka diri tanpa memberi belas kasih kepada sebagian masyarakat yang tak sanggup menanggung efek dari kebakaran yang ditimbulkan. Banyak kerugian yang ditanggung oleh alam dan sekitarnya atas hal itu. Tidakkah mereka mengasihani sebagian makhluk-makhluk Tuhan yang kehilangan habitat aslinya atau bahkan ikut terlahap kobaran api disana? Tidakkah mereka memikirkan rusaknya ekosistem hutan hanya karena ingin membuka suatu lahan? Banyak dari kasus-kasus seperti ini yang tidak tertuntaskan. Terus terjadi, tiada yang tahu sampai kapan.




Senin, 05 Agustus 2019, kebakaran hutan terjadi dijalan G.Obos XI Palangka Raya. Menyesakkan setiap dada yang melewati jalan sekitar lokasi kejadian. Tiada pilihan lagi untuk menghindar dari asap yang menyeruak masuk dengan paksa ke dalam organ pernafasan. Besar harapan masyarakat kepada oknum yang melakukan agar dapat menghentikan kegiatan tersebut, juga kepada pemerintah agar dapat terus menindaklanjuti permasalahan besar ini. Pun tidak pernah lupa untuk menghaturkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada segala pihak yang terlibat dalam aksi melindungi hutan dan alam sekitarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar